Latest Entries »

Segala puji hanya milik Allah Rabbal ‘Alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penutup para nabi. wa ba’du:

Ketika bashirah telah tertutup dan akal sehat telah tiada serta kecintaan kepada dunia telah menjalar, maka pengetahuan agama menjadi tidak berguna dan malah menjadi bencana serta sumber penyesatan yang membinasakan, sehingga menjadikan orangnya lebih lancang dan lebih kafir dari iblis laknatullah. View full article »

Kerukunan antaragama di Amerika Serikat (AS) sedang mendapatkan cobaan. Dove World Outreach Center, sebuah gereja perjanjian baru non-denominasi di Gainesville, Florida, AS, akan menjadi tuan rumah ‘Hari Pembakaran Al Quran Internasional’ dalam memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September 2001. View full article »

pesan ustadz amman

Assalamu ‘alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Segala puji hanya bagi Allah yang berfirman “Maka jangan kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada-Ku jika kalian adalah orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 175) View full article »

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Seri Materi Tauhid
-6-

Beberapa Tinjauan
&
Sisi-Sisi Kekafiran Demokrasi

Oleh :
Ust. Abu Sulaiman
(hafizhahullah)

Demokrasi diambil dari bahasa Latin, demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti hukum atau kekuasaan. Jadi demokrasi adalah hukum dan kekuasaan rakyat, dan dibahasakan dalam Undang Undang Dasar RI dengan “Kedaulatan berada di tangan rakyat”.
View full article »

Kandungan
Laa ilaaha illallaah
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya seluruhnya. Wa ba’du :
Apa yang dikandung oleh Laa ilaaha illallaah sebagaimana apa yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah di dalam RISALAH FI KALIMATIT TAUHID di dalam kitab FI ‘AQAAIDIL ISLAM (hal:34) adalah menafikan atau meniadakan
View full article »

<Bismillaahirrahmaanirrahiim>

Konsekuensi

Bagi Orang Murtad

(Seri Materi Tauhid )

15

>>Ust. Abu Sulaiman<<

Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘aalamiin, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.

‘Amma ba’du :

Ikhwani fillah… materi kali ini adalah berkenaan dengan konsekuensi-konsekuensi terhadap orang yang sudah murtad atau keluar dari Islam (baik karena melakukan syirik akbar, kufur akbar ataupun berikrar untuk pindah agama, ed.) berdasarkan dalil-dalil dariAl Qur’an dan As Sunnah.

Banyak sekali konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan terhadap orang yang sudah murtad atau sudah kafir atau sudah keluar dari Islam. Ada konsekuensi-konsekuensi yang sifatnya duniawi dan ada konsekuensi-konsekuensi yang bersifat ukhrawi (akhirat).

I. Konsekuensi-konsekuensi yang diberlakukan di dunia ini, di antaranya :

  1. 1. Gugur hak perwalian atau penguasaannya terhadap kaum muslimin

a. Orang murtad tidak memilki wilayah (saitharah), tidak boleh diberikan kesempatan untuk menguasai orang muslim, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

`s9ur Ÿ@yèøgs† ª!$# tûï̍Ïÿ»s3ù=Ï9 ’n?tã tûüÏZÏB÷sçRùQ$# ¸x‹Î6y™

“Dan Allah tidak akan menjadikan bagi orang kafir jalan untuk menguasai kaum muslimin”. (An Nisa : 141)

Ayat ini sifatnya penafian, akan tetapi ini bermakna larangan bagi orang muslim untuk memberikan peluang atau kesempatan bagi orang kafir untu menguasai kaum muslimin. Kaum muslimin tidak boleh memberikan kesempatan atau peluang bagi orang murtad atau bagi orang kafir untuk menguasai diri mereka, maka dari itu orang kafir atau orang murtad tidak boleh menjadi pemimpin bagi kaum muslimin.

Begitu juga apabila si orang kafir atau murtad ini asalnya muslim dan menjadi pemimpin (amir) bagi kaum muslimin, lalu dalam perjalanannya dia murtad dari Islam, maka wajib atas kaum muslimin untuk melengserkannya, karena dengan sebab kemurtaddannya maka kepemimpinannya itu lepas dengan sendirinya. Jika dia tidak mau menanggalkan kepemimpinannya atau tidak mau turun dari jabatannya sebagai pemimpin atau amir maka wajib atas kaum muslimin untuk mencopot jabatannya. Karena seorang imam atau amir atau pemimpin atau presiden itu diangkat untuk ditaati sebagaimana firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala :

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãè‹ÏpÛr& ©!$# (#qãè‹ÏÛr&ur tAqߙ§9$# ’Í<‘ré&ur ͐öDF{$# óOä3ZÏB

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemimpin) di antara kalian” (An Nisa : 59) View full article »

Seri Materi Tauhid 
-5-

Tauhid
Syarat Diterima Amal Shalih
Oleh :
Ust. Abu Sulaiman

Amal shalih apapun, baik itu shalat, shaum, zakat, haji, infaq, birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan sebagainya tidak mungkin diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada pahalanya bila tidak dilandasai tauhid yang bersih dari syirik. Berapapun banyaknya amal kebaikan yang dilakukan seseorang tetap tidak mungkin ada artinya bila pelakunya tidak kufur kepada thaghut, sedangkan seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah apabila dia tidak kufur kepada thaghut. View full article »

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Takfir Pelaku Syirik Akbar

( Seri Materi Tauhid 10 )

Oleh

Ust. Abu Sulaiman (hafizhahullah)

Ikhwani fillah… materi yang akan kita bahas pada kesempatan ini adalah tentang takfir man fa’alasysyirka (pengkafiran pelaku syirik). Ketahuilah wahai saudaraku, saat hancurnya tatanan Tauhid di Saudi Arabia dan bercokolnya para thaghut di sana, maka masalah-masalah Tauhid ikut tersisihkan bersama para ‘ulamanya. Para thaghut View full article »

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Seri Materi Tauhid
11
Anshar Thaghut
Ust. Abu Sulaiman (hafizhahullah)

Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘aalamiin, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabatnya.
Amma ba’du :
Ikhwani fillah, materi kita hari ini adalah tentang Anshar thaghut (pembela atau pendukung thaghut).
Pada uraian-uraian yang lalu kita sudah mengetahui tentang status thaghut, baik si thaghut itu adalah hukum buatan ataupun si pembuat hukumnya itu sendiri atau berupa orang yang menerapkan hukumnya. View full article »

Risalah
nti Dakwah Para Rasul
(Seri Materi Tauhid 2)
Oleh
Ust. Abu Sulaiman (hafidhahullah)

PERTAMA : Kufur Kepada Thaghut
Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah sebagaimana yang Dia Subhanahu Wa Ta’ala firmankan :
    •      
“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut” (An Nahl : 36) View full article »